Dalam Menyambut Hari Film Nasional 2021 KReasi Menggelar Webinar Platform Digital OTT Film Indonesia

 

Sehatynews-Jakarta – Era digital adalah masa ketika informasi mudah dan cepat diperoleh serta disebarluaskan menggunakan teknologi digital. Untuk saat ini platform digital Over The Top atau OTT sangat dirasakan kegunaannya diberbagai bidang, termasuk di dalam industri perfilman di Indonesia. Platform tersebut tentunya memberikan kemudahan seperti kemudahan untuk mengakses aplikasi dan memodifikasi konten-konten media sehingga film yang dihasilkan dapat menghasilkan profit yang berguna bagi para pelaku di Industri perfilman Indonesia.

Untuk itulah Kreasi – Koperasi Seniman Indonesia berbekerja sama dengan Demi Film Indonesia (DMI) dan Indonesia Digital Creative Industry Society (MIKTI) mengadakan webinar masih dalam rangka menyambut Hari Film Indonesia 2021 dengan tema “Bisakah Industri Film Indonesia Andalkan Platform Digital OTT?”. Acara Webinar ini diadakan pada Hari Senin, (05/04/2021) mulai pukul 16.30 WIB.

Hadir sebagai narasumber di acara webinar antara lain Manoj Punjabi selaku CEO MD Picture dan H. Deddy Mizwar selaku Artis senior sekaligus Ketua Dewan Pengawas Kreasi dan Ketua PPFI. Webinar ini diikutin oleh organisasi Insan Perfilman dan komunitas bersama 30 orang rekan media.

“Bahwa perfilman Indonesia dan OTT merupakan unsur yang berbeda dan bisa diadakan kerjasama, bahkan beberapa film produksi MD sudah bekerjasama OTT dan bioskop tetapi OTT menurut saya tidak bisa menggantikan bioskop,” ujar Manoj.

Disini OTT juga harus lebih selektif dalam memilih film karena Kita harus menayangkan film yang bagus dan berkualitas untuk bisa rilis di OTT dan juga di bioskop, ungkap Manoj.

Pada era pandemi ini, OTT bisa memberikan kesempatan untuk film Indonesia tayang dan untuk pemutaran film di OTT dan Bioskop  bisa diatur agar bisa menarik jumlah penonton, tutur Manoj.

Disisi lain, Deddy Mizwar mengatakan; “Bahwa Industri perfilman dengan adanya platform digital OTT bisa menjadi pilihan tetapi untuk bioskop tidak dapat tergantikan untuk penayangan film, ujar Deddy.

“Saya kira dengan situasi pandemi saat ini, OTT bisa sangat membantu para cineas. Mungkin profit untuk bioskop bukan mati, tapi menurun. Bisa dicoba seperti di luar negeri, bisa diputar film secara bersama OTT dan bioskop,” kata Dedi. Ia optimis masa depan bioskop masih bisa hidup, walaupun pembatasan jumlah penonton. OTT menurut perspektif Dedi Mizwar, justru menjadi peluang bagi para pelaku film yang kreatif.

Bioskop harus menjadi tempat yang aman dengan tetap menerapkan protocol kesehatan. Dengan protocol kesehatan yang diterapkan di bioskop akan menarik banyak mau ke sana tetapi untuk film yang ditayangkan harus bagus dan menarik penonton bioskop,”ungkap Deddy.

Dengan adanya acara webinar ini diharapkan industri film Indonesia bisa bersaing didunia perfilman dunia dengan memanfaatkan teknologi digital OTT kedepanya. Marilah kita semua bisa mengdukung platform Digital OTT dan bioskop supaya bisa menayangkan film-film yang kreatif dari para kreator seni film Indonesia kedepannya. (Rika)

Dengan diadakannya webinar ini, diharapkan industri film Indonesia bisa bersaing didunia perfilman dunia dengan memanfaatkan teknologi digital OTT kedepanya.

Hadir sebagai narasumber antara lain CEO MD Picture, Manoj Punjabi dan Artis senior yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Kreasi dan Ketua PPFI, H.Dedi Mizwar. Sebagai host acara webinar kali ini dengan Arul dari Demi Film Indonesia.

Acara dimulai dengan menyanyikan bersama lagi Kebangsaan Indonesia Raya. Rudy Aryanto sebagai Ketua Koperasi Seniman Indonesia (Kreasi) memberikan Kara sambutan sebagai pelaksana acara webinar ini. Kreasi menurut pemaparan Rudy bahwa industri per film an Indonesia bisa berkolaborasi dengan digital OTT.

Manoj Punjabi mengungkapkan perfilman Indonesia dan OTT merupakan unsur yang berbeda dan bisa diadakan kerjasama.”Beberapa film produksi MD sudah bekerjasama OTT dan juga di bioskop. OTT menurut saya tidak bisa menggantikan bioskop. OTT platform tersendiri. Kita bisa membuat sendiri untuk versi OTT nya,” ujar Manoj.

Menurutnya, dengan pandemi ini, OTT dan bioskop dua jenis bisnis yang berbeda. OTT memberikan kesempatan untuk film Indonesia tayang.

Manoj juga menjelaskan agar pemilihan film untuk OTT harus lebih selektif kembali.”Kita harus menayangkan film yang bagus dan berkualitas untuk bisa rilis di OTT dan juga di bioskop. Tinggal perusahaan perfilman bisa mengatur strategi pasar kedepannya,”ujar Manoj.

Manoj mengungkapkan bahwa bisa diatur untuk pemutaran film di OTT dan Bioskop agar bisa menarik jumlah penonton. Menurutnya, tiap platform masing-masing bisa melihat dari survey dilapangan ketika pemutaran film ditayangkan.

Demikian juga dengan Dedi Mizwar mengatakan bahwa Industri perfilman dengan adanya platform digital OTT bisa menjadi pilihan. Tapi menurut Dedi, bioskop tidak dapat tergantikan untuk penayangan film.

“Saya kira dengan situasi pandemi saat ini, OTT bisa sangat membantu para cineas. Mungkin profit untuk bioskop bukan mati, tapi menurun. Bisa dicoba seperti di luar negeri, bisa diputar film secara bersama OTT dan bioskop,” kata Dedi. Ia optimis masa depan bioskop masih bisa hidup, walaupun pembatasan jumlah penonton. OTT menurut perspektif Dedi Mizwar, justru menjadi peluang bagi para pelaku film yang kreatif.

Memang beberapa produser memberhentikan produksi untuk film di bioskop. Dedi ungkapkan hal tersebut karena masih diberlakukannya protokol kesehatan.”Bioskop harus menjadi tempat yang aman dengan tetap menerapkan protocol kesehatan. Dengan protocol kesehatan yang diterapkan di bioskop, orang mau ke sana, namun tetap harus menayangkan film yang bagus dan menarik penonton bioskop,”ujar Dedi. Ia juga mengatakan untuk film di putar di OTT atau bioskop diperlukan “the man behind the gun” agar produksi filmnya bisa memenuhi keinginan para penonton. Memang series di OTT yang ditayangkan jika menarik, menurut Dedi akan bisa berlanjut kedepannya.

Ketika disinggung mengenai koperasi seniman Indonesia, Dedi mengatakan agar Kreasi bisa membantu para pelaku seni cinema agar bisa menghasilkan karya film-film yang akan ditayangkan di Indonesia.

Dengan diadakannya webinar ini, diharapkan industri film Indonesia bisa bersaing didunia perfilman dunia dengan memanfaatkan teknologi digital OTT kedepanya. Munculnya OTT dan bioskop bisa menayangkan film-film yang kreatif dari para kreator seni film Indonesia kedepannya. (Rika)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *