Mahkamah Agung (MA) Menolak Kasasi Jaksa Penuntut umum Kasus Memiles

Sehatynews.com, Jakarta – MeMiles awalnya dituding sebagai perusahaan investasi berkedok pemasangan iklan dengan aplikasi tertentu yang menawarkan hadiah.

Perkara MeMiles semula diusut Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Timur pada Desember 2019. Dalam penyidikan disebutkan MeMiles adalah investasi bodong.

Polisi menyebut investasi itu telah merekrut 268 orang hanya dalam waktu delapan bulan dan mengumpulkan uang investasi Rp 761 miliar. Kasus itu menyedot perhatian publik karena menyeret nama sejumlah pesohor sebagai anggota.

Mereka adalah artis Marcello Tahitoe atau Ello, Judika, Tata Janeeta, Regina, Eka Deli, serta anggota keluarga Cendana, Ari Sigit dan istrinya. Saat itu, polisi menyita uang dalam jumlah besar dari para terdakwa, yaitu Rp 150 miliar dan ratusan mobil serta benda berharga lainnya.

Pengadilan Negeri Surabaya memutuskan memvonis bebas Sanjay pada akhir September 2020 lalu. JPU pun mengajukan kasasi. Keputusan MA memutus menolak kasasi itu dibuat pada 7 April 2021 lalu dengan nomor register 433 K/PID.SUS/2021.

Tercantum bahwa keputusan kasus MeMiles ini dibuat oleh Hakim Mahkamah Agung Desnayeti, Hakim Soesilo, dan Hakim Suhadi. Panitera Penggantinya adalah Murganda Sitompul.

Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa Mahkamah Agung telah mengeluarkan Putusan Nomor 433K/Pid.Sus/2021 sebagai putusan atas permintaan Kasasi dari Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Surabaya terhadap Putusan Pengadilan Negeri Surabaya Nomor 836/Pid.Sus/2020/PN.Sby.
Di dalam Putusan Mahkamah Agung R.I. Nomor 433K/Pid.Sus/2021 tersebut, Mahkamah Agung telah MENOLAK permintaan kasasi dari Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Surabaya, sehingga terhadap Bapak Kamal Tarachand Minchandani Alias Sanjay selaku Pimpinan PT. Kam And Kam dinyatakan Bebas Murni sesuai dengan Putusan Pengadilan Negeri Surabaya Nomor 836/Pid.Sus/2020/PN.Sby. Putusan yang sama telah dikeluarkan Mahkamah Agung terhadap personil Manajemen PT Kam and Kam yang lain. Dengan adanya putusan yang seperti itu, maka Manajemen meMiles dinyatakan tidak melakukan pelanggaran hukum dalam menjalankan usaha meMiles selama ini.”

Pengadilan Negeri Surabaya memutuskan memvonis bebas Sanjay pada akhir September 2020 lalu.

JPU pun mengajukan kasasi. Keputusan MA memutus menolak kasasi itu dibuat pada 7 April 2021 lalu dengan nomor register 433 K/PID.SUS/2021.

“Amar putusan: TOLAK,” tulis MA dalam situs Kepaniteraan MA yang diakses pada Senin, 12 April 2021.

Dalam konferensi pers ini tampak hadir Bos Memiles Kamal Tarachand Mirchandani alias Sanjay, F Suhanda, Dokter Eva, Fransiska Langelo Warouw, perwakilan hukum Memiles dan sekitar 50 orang member dan simpatisan Memiles. (mamto/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *